29 September 2012

Protes Terhadap Travel

Oleh FRANS OBON

BELASAN travel yang beroperasi di jurusan  Ende-Ruteng-Labuan Bajo dijaring dalam sebuah operasi lalulintas yang dilakukan polisi dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Perhubungan Provinsi NTT di Ruteng. Umumnya travel yang dijaring ini karena tidak memiliki izin operasional dan para sopir tidak memiliki SIM. Travel-travel ini baru akan beroperasi kembali kalau sudah melengkapi dokumen dan izin operasionalnya (Flores Pos 24 April 2012).

Operasi ini sebenarnya adalah tindak lanjut dari kesepakatan di DPRD Manggarai menjawabi permintaan para sopir bus agar pihak terkait terutama UPTD Dishub Provinsi di Ruteng melakukan penertiban terhadap travel yang tidak memiliki izin operasional. Menurut para sopir, jumlah travel semakin banyak dan tidak lagi sesuai dengan ketentuan.

28 September 2012

Hemat dan Menabung


Oleh FRANS OBON

BEBERAPA waktu lalu, Harian Flores Pos memuat berita tentang perbandingan persentase orang yang menabung uang di bank di sejumlah negara di Asia. Disebutkan bahwa Indonesia berada di urutan paling bawah dalam hal rendahnya menabung uang di bank. Hal itu bisa dilihat dari jumlah rekening bank. Indonesia ketinggalan dibandingkan dengan beberapa negara di Asia Tenggara (Flores Pos 18 Mei 2012).

Disebutkan bahwa dari total jumlah penduduk di atas usia 15 tahun, jumlah kepemilikan rekening bank di Indonesia hanya 15,3 persen dan kredit 8,5 persen. Sementara di negara tetangga kita, Malaysia total kepemilikan rekening 66,2 persen, Thailand sekitar 72,2 persen, Singapura 98,2 persen, China 63, 8 persen, dan India35, 2 persen. 

25 September 2012

Pertanian Tetap Penting

Oleh FRANS OBON

KITA sepakat dengan Komisi Keadilan dan Perdamaian (Justice, Peace, and Integrity of Creation/JPIC) Serikat Sabda Allah, OFM Indonesia, dan Keuskupan Ruteng yang mendorong pemerintah dan DPRD Manggarai agar tidak memasukkan pertambangan mineral dan batu bara dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Manggarai.


Karena pencatuman area pertambangan mineral dan batu bara dalam Rencana Tata Ruang Wilayah berarti membuka pintu bagi kepentingan politik dan ekonomi pertambangan di Manggarai sebagaimana diributkan selama ini (Flores Pos 23 April 2012). Dengan demikian sejak awal telah dicegah adanya konflik pertambangan di Manggarai antara para petani dan perusahaan tambang. 

Kita ingin menyebutkan lagi beberapa landasan pokok pendapat Komisi Keadilan dan Perdamaian SVD, OFM Indonesia dan Keuskupan Ruteng terkait pembahasan RTRW ini.  

Kampanye GSP

Oleh FRANS OBON

Pemerintah Kabupaten Ende di bawah kepemimpinan Bupati Don Bosco M Wangge dan Wakil Bupati Achmad Mochdar mencanangkan Gerakan Swasembada Pangan (GSP). Inti dari gerakan ini adalah bukan sekadar cukupnya ketersediaan pangan di Kabupaten Ende, melainkan pangan itu dihasilkan dari tanah kita sendiri.

Gerakan kecukupan pangan atau apa yang sering disebut swasembada pangan telah menjadi gerakan nasional di masa Orde Baru. Ketersediaan pangan yang cukup sudah jelas membuat harga pangan menjadi lebih murah. Karena sesuai dengan hukum ekonomi, kalau permintaan banyak dan persediaan sedikit, maka harga akan melambung tinggi. Sebaliknya persediaan banyak, permintaan sedikit, maka harga akan murah.  

Kata Akhir dari Jakarta

Oleh FRANS OBON

Tahun depan (2013) beberapa kabupaten di Flores dan Lembata akan memilih bupati dan wakil bupati. Dinamika dan nuansa politik pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) itu sudah mulai terasa. Beberapa partai telah melakukan proses politik. Ada partai yang membuka pendaftaran para kandidat. Ada partai yang telah mengadakan rapat kerja khusus di mana pengurus-pengurus partai pada tingkat bawah menyebutkan beberapa nama. Beberapa partai telah membentuk koalisi tapi belum berani menyebut figur. Pendek kata dalam beberapa bulan terakhir ini, kita sudah melihat manuver politik dari orang-orang yang punya keinginan bertarung dalam pemilukada.

02 Mei 2012

Gerakan Anti Korupsi

 Oleh FRANS OBON

Kita senang bahwa pemerintah-pemerintah daerah kita di Flores dan Lembata juga ikut ambil bagian dalam kampanye anti korupsi yang menjadi salah satu tujuan dari reformasi politik di Indonesia. Meski banyak aktivis anti korupsi di daerah kita menganggap bahwa kampanye anti korupsi pemerintah hanyalah bagian dari pencitraan diri. Penilaian itu muncul karena masih ditemukan begitu banyak kasus korupsi di daerah kita baik yang sudah tuntas diselesaikan, yang sempat mampir di lembaga penegakan hukum maupun yang belum mampir di sana.

Pemerintah, dalam praktiknya selama ini, tidak seluruhnya membawa masalah penyelewengan uang negara itu ke meja hukum, tetapi diselesaikan di luar proses hukum dengan cara mengembalikannya secara perlahan-lahan kepada pemerintah. Pemerintah membentuk tim untuk mengurusi dana-dana yang bocor ini. 

21 Juni 2011

Dahulukan Kemanusiaan

Oleh FRANS OBON

 KITA MEMUJI langkah pemerintah Kabupaten Lembata yang menyediakan dana pembelian vaksin bagi korban gigitan anjing rabies dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Ambil misal pada periode Januari hingga Juni 2011, ada 148 korban gigitan anjing rabies (Flores Pos edisi 17 Juni 2011).

Oleh karena Flores dan Lembata adalah daerah yang belum bebas dari rabies, maka setiap kasus gigitan harus dicurigai sebagai kasus gigitan rabies. Karena itu begitu seseorang digigit anjing, maka dia harus segera mendapatkan pengobatan dari Puskesmas dan rumah sakit pemerintah.

Lahan Pertanian Menyusut

Oleh FRANS OBON


KITA sedang menghadapi ancaman serius, terutama masyarakat pedesaan kita di Nusa Tenggara Timur. Ancaman itu tidak lain adalah perkiraan sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di NTT beralih fungsi. Pemicunya adalah karena para petani membutuhkan uang sehingga dijual ke pihak lain (Flores Pos edisi 16 Juni 2011).


Meski terjadi penyusutan lahan, namun menurut Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunan NTT Cyrilus Timba Mbipi, masalah tersebut tidak mempengaruhi produksi pertanian. Bahkan untuk meningkatkan produksi padi pemerintah merancang program pembukaan sawah baru di sejumlah daerah.

Namun tidak lupa pula pemerintah meminta masyarakat untuk tidak tergantung pada konsumsi beras. Masih banyak pangan lokal seperti jagung dan ubi-ubian yang bisa dikonsumsi.

17 Juni 2011

Mencegah Perdagangan Orang

Polisi menangkap suami istri yang merekrut dua remaja putri berusia 13 tahun dan 17 tahun untuk bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta.  Polisi  mengkategorikan kasus ini sebagai perdagangan orang.


Oleh FRANS OBON

Kasus perekrutan tenaga kerja, terutama perempuan dan anak-anak di Flores, yang dikategorikan ke dalam perdagangan orang (human trafficking) sudah banyak terjadi. Meski demikian, masih sedikit lembaga yang memberikan perhatian pada persoalan perdagangan orang ini di Flores.

Kasus terakhir dua orang remaja di Desa Lenang, Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur mau dibawa ke pulau Jawa. Kedua perempuan berusia 13 tahun dan 17 tahun itu direkrut untuk bekerja pada salah satu perusahaan di Jakarta dengan janji akan mendapatkan gaji sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Berkat laporan dari masyarakat setempat polisi menggagalkan keberangkatan mereka dan memproses hukum perekrut (Flores Pos edisi 15 Juni 2011).